Story AOV : Ksatria Bertopeng

“Pencapaian terbesar zanis tak diragukan lagi adalah tindakan pemberaninya dalam menyelamatkan nyawa penerus kerajaan yang beharga”

Sejak saat itu, mereka yang tinggal di lereng Chang-pan, bangga dengan Tempat lahir mereka karena turut menjadi tempat kelahiran zanis, sang lagenda dragoon yang paling disegani dan dihormati semua orang. Bahkan sang jenderal yang tidak terkaaterkan Lu Bu, menghormati zanis “Ayunan tombaknya layaknya sosok naga : berbahaya sekaligus anggun. Rasa takut hakiki terpencar di mata musuh-musuhnya saat mereka berhadapan dengan tombak zanis” kemampuan bertarung sekaligus kecerdikannya tak bisa disangkal bahkan oleh musuh heb

“Aku bukanlah seorang petarung” dahulu zanis pernah berkata demikian . Bahkan zhuge Liang yang bijak, menjulukinya The Crourcing Dragon. Menyadari kondisi zanis makin melemah setiap setelah melakukan pertempuran . Zhuge Liang tak bisa membiarkan potensi yang dimiliki zanis sirna begitu saja, yang membuatnya terlalu sibuk untuk meragukan diri sendiri. Terlepas apa yang dirasakan zenis terhadap pertarungan yang dilakukan, itu semua tidak melunturkan loyalitasnya pada sang kaisar atau rasa peduli terhadap kawannya.

“Aku mungkin semakin lelah pada setiap pertarungan, namun aku akan selalu menunaikan kewajibanku dan bertarung kapanpun dibutuhkan” kata zonis

aminnullah

Bukan Seorang Penulis, Tapi Belajar Menulis Itu Penting untuk berbagi informasi yang menarik sehingga Bisa dinikmati Bersama dan sebenarnya saya adalah seorang Design Grafis

Tinggalkan Balasan

www.000webhost.com